admin – PenaHoster
 
×

Archive

Tutorial Belajar Laravel Part 8: Cara Menjalankan Laravel 8


Dalam lanjutan tutorial belajar Laravel 8 di Duniailkom kali ini kita akan membahas cara mengakses Laravel. Laravel memiliki cara tersendiri agar bisa dijalankan.


Folder Instalasi Laravel 8

Dalam bab sebelumnya kita telah berhasil menginstall Laravel 8. Jika anda mengikuti semua langkah yang ada, maka di htdocs terdapat 4 folder: coba1, coba2, dan coba3.

Pilih salah satu folder yang berisi Laravel 8 lalu ubah nama foldernya menjadi laravel01. Perubahan nama folder ini tidak wajib, hanya agar lebih rapi saja. Atau juga bisa jalankan perintah berikut untuk menginstall Laravel 8 ke dalam folder laravel01:

composer create-project --prefer-dist laravel/laravel="^8.0" laravel01

Sepanjang tutorial ini saya akan terus memakai folder dengan nama “laravel01“. Anda bisa saja menggunakan nama lain karena itu tidak pengaruh ke kode program. Yang penting, di dalam folder tersebut terinstall Laravel 8.

Baik, mari lihat apa saja isi folder Laravel ini:

Isi Folder Laravel

Untuk Laravel 8 yang kita gunakan, total terdapat sekitar 7.246 file di dalam 1.193 folder. Yup, terbilang luar biasa banyak, dan itulah alasan kenapa ukuran file installer Laravel mencapai lebih dari 40MB.

Namun dari gambar terlihat hanya ada 10 folder serta beberapa file. Mayoritas file Laravel memang tersembunyi karena tidak perlu kita utak-atik. Sepanjang pembuatan project nanti, kita hanya butuh mengubah kurang dari 10 file bawaan Laravel (tidak termasuk file yang akan di tambah).


Mengenal Perintah “php artisan serve”

Selama ini, cara kita mengakses sebuah file PHP adalah dengan menjalankan XAMPP lalu membukanya dari alamat localhost. Ini sebenarnya juga masih bisa dipakai untuk mengakses Laravel.

Namun Laravel menyediakan cara khusus dengan memanfaatkan web server bawaan PHP. Mulai dari PHP versi 5.4 ke atas, PHP sudah menyertakan web server internal sendiri. Inilah yang dipakai Laravel untuk memudahkan proses pembuatan aplikasi.

Untuk menjalankan server bawaan PHP, kita harus menggunakan cmd. Silahkan buka cmd lalu masuk ke folder instalasi Laravel. Karena file Laravel yang saya gunakan ada di C:\xampp\htdocs\laravel01, maka perintah untuk pindah directory adalah:

cd C:\xampp\htdocs\laravel01

Setelah berada di dalam folder Laravel, jalankan web server dengan perintah berikut:

php artisan serve

Lalu akhiri dengan tombol Enter.

menjalankan perintah php artisan serve di cmd

Sesaat kemudian cursor cmd akan berhenti, maksudnya kita tidak bisa mengetik apa-apa lagi di cmd. Ini merupakan hal normal dan itu artinya server PHP sudah aktif. Selain itu juga akan tampil teks:

Starting Laravel development server: http://127.0.0.1:8000

Artinya server sudah aktif dan bisa diakses dari http://127.0.0.1:8000. Silahkan buka web browser dan ketik alamat ini.

Halaman awal Laravel 8 di http://127.0.0.1:8000

Sip, Laravel sudah berhasil diakses! Dan karena alamat 127.0.0.1 tidak lain adalah localhost, maka halaman di atas juga bisa diakses dari http://localhost:8000.

Dari langkah-langkah yang sudah kita lakukan, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan:

Pertama, kita tidak butuh menjalankan web server Apache bawaan XAMPP, karena yang sedang berjalan saat ini adalah server internal bawaan PHP.

Kedua, karena tidak perlu menjalankan Apache bawaan XAMPP, maka sebenarnya kita tidak harus menginstall Laravel di folder htdocs. Bisa saja Laravel di install ke drive D atau tempat lain kemudian jalankan perintah php artisan serve dari folder tersebut.

Ketiga, jendela cmd yang kita pakai menjalankan perintah php artisan serve tidak boleh ditutup! Apabila jendela ini ditutup, server otomatis juga akan berhenti.

Keempat, secara default port yang dipakai adalah 8000. Kita bisa ganti port ini dengan nomor lain dengan tambahan perintah --port nomor_port. Sebagai contoh, jika saya ingin menjalankan server di port 8080, bisa menjalankan perintah berikut:

php artisan serve --port 8080

Dalam tutorial ini kita telah melihat cara menjalankan dan mengakses Laravel 8 dari perintah php artisan serve. Berikutnya akan masuk ke materi tentang pengertian dan cara penulisan route Laravel.

*** Artikel Terkait ***

Sumber

Tutorial Belajar Java Part 38: Pengertian Function (Fungsi) Bahasa Java


Dalam merancang kode program, kadang kita sering membuat kode yang melakukan tugas sama secara berulang-ulang, seperti membaca tabel dari database, menampilkan penjumlahan, dll. Tugas yang sama ini akan lebih efektif jika dipisahkan dari program utama, dan dirancang menjadi sebuah function atau fungsi.


Pengertian Function (Fungsi) dalam Bahasa Java

Secara sederhana, function adalah kode program yang dirancang untuk menyelesaikan sebuah tugas tertentu, dan merupakan bagian dari program utama. Ketika di sadur ke dalam bahasa indonesia, function ini di sebut juga sebagai fungsi.

Bahasa Java sebenarnya tidak dikenal istilah function, akan tetapi diganti dengan sebutan method. Ini karena secara internal Java sudah menerapkan paradigma object oriented programming (OOP) atau pemrograman berbasis object.

Untuk memudahkan pembahasan, saya akan tetap memakai istilah function untuk sementara. Pada dasarnya cara kerja function nyaris tidak berbeda dengan method. Materi tentang method akan kita bahas ketika masuk ke tutorial tentang pemrograman object Java.

Berdasarkan siapa yang membuat, function bisa dibedakan ke dalam 2 kelompok:

  1. Built-In Function 
  2. User Defined Function

Built-In Function adalah sebutan untuk function yang sudah ada secara bawaan dari dalam bahasa pemrograman. Sebagai contoh, perintah System.out.println() adalah function atau method bawaan bahasa Java.

Bahasa Java menyediakan banyak function bawaan, belum termasuk yang bisa diakses dari berbagai library atau package pihak ketiga. Setiap function punya tugas masing-masing, misalnya perintah System.out.println() dipakai untuk menampilkan teks ke layar.

Sedangkan User Defined Function adalah function yang kita (sebagai programmer) yang membuatnya sendiri. Jenis function inilah yang akan kita bahas.


Cara Membuat Function dalam Bahasa Java

Berikut format dasar cara penulisan function dalam bahasa Java:

static tipeDataKembalian namaFunction() { // Isi function disini... // Isi function disini...
}

Keyword static dipakai untuk membuat function yang tidak butuh instansiasi object. Dalam tutorial ini saya tidak akan membahas apa itu instansiasi object karena cukup panjang dan akan menjadi jatah tutorial OOP Java. Untuk sementara bisa dianggap bahwa semua function di Java harus diawali dengan perintah static.

Keyword tipeDataKembalian bisa diisi dengan tipe data nilai yang dikembalikan function. Tipe data ini sudah kita pelajari sebelumnya, seperti int, double atau String. Jika function tidak mengembalikan nilai apapun, tipeDataKembalian ditulis sebagai void. Sebuah function yang tidak mengembalikan nilai kadang disebut juga sebagai procedure.

Penulisan namaFunction boleh bebas, namun kebiasaan programmer Java adalah menulis dalam gaya camelCase, dimana karakter pertama nama function ditulis dengan huruf kecil, kemudian setiap karakter pertama kata berikutnya dalam huruf besar. Antara kata tidak boleh mengandung spasi. Contohnya seperti cariNamaMahasiswa(), prosesFormInput() atau tampilkanHargaBarang().

Setelah penulisan namaFunction, terdapat tanda kurung ” () “. Nantinya tanda kurung ini bisa diisi dengan function parameter (akan kita bahas dalam tutorial setelah ini).

Isi dari function berada dalam tanda kurung kurawal yang bisa terdiri dari 1 sampai ribuan baris kode program, tergantung kompleksitas aplikasi yang dibuat.

Pendefinisian function ini harus berada di dalam class seperti format berikut:

class NamaClass { static tipeDataKembalian namaFunction() { // Isi function disini... // Isi function disini... } public static void main(String args[]){ // Jalankan function namaFunction() } }

Dalam contoh format ini, pendefinisian function ada di baris 3 – 6. Sebuah function harus dijalankan atau “dipanggil” dengan cara menulis nama function tersebut dalam method main(). Inilah yang dilakukan oleh perintah di baris 10.

Agar penjelasan ini lebih mudah dipahami, mari kita bahas dengan contoh praktek.


Contoh Kode Program Function Bahasa Java

Dalam kode program berikut saya membuat sebuah function sapa() yang ketika dijalankan akan menampilkan teks “Halo Duniailkom”:

class BelajarJava { static void sapa() { System.out.println("Halo Duniailkom"); } public static void main(String args[]){ sapa(); sapa(); sapa(); } }

Hasil kode program:

Halo Duniailkom
Halo Duniailkom
Halo Duniailkom

Function sapa() tidak mengembalikan nilai, sehingga tipeDataKembalian diisi dengan keyword void. Isi dari function sapa() sendiri hanya 1 perintah System.out.println(“Halo Duniailkom”) seperti di baris 4.

Setelah di definisikan, sebuah function bisa dijalankan berkali-kali, inilah yang saya lakukan antara baris 11 – 13. Setiap kali perintah sapa() ditulis, akan tampil teks “Halo Duniailkom” di layar.

Sebuah class bisa saja memiliki banyak function. Berikut contohnya:

class BelajarJava { static void sapaLisa() { System.out.println("Hai Lisa"); } static void sapaNova() { System.out.println("Morning, Nova"); } static void sapaRudi() { System.out.println("Halo bro,.."); } public static void main(String args[]){ sapaLisa(); sapaNova(); sapaRudi(); } }

Hasil kode program:

Hai Lisa
Morning, Nova
Halo bro,..

Kali ini saya mendefinisikan 3 function di dalam class BelajarJava, yakni function sapaLisa(), sapaNova() dan sapaRudi(). Setiap function berisi perintah System.out.println() yang berbeda-beda.


Variabel di Dalam Function

Untuk function yang kompleks, kita bisa menulis variabel di dalam function tersebut. Berikut contoh penggunaannya:

class BelajarJava { static void hitungLuasSegitiga() { double alas = 5; double tinggi = 7; double luas = (alas * tinggi) / 2; System.out.println("Luas segitiga adalah: "+luas); } public static void main(String args[]){ hitungLuasSegitiga(); } }

Hasil kode program:

Luas segitiga adalah: 17.5

Kali ini saya mendefinisikan function hitungLuasSegitiga() di baris 3 – 8. Sesuai dengan namanya, fungsi ini dipakai untuk menghitung luas segitiga.

Di dalam function hitungLuasSegitiga() terdapat variabel alas, tinggi dan luas yang semuanya bertipe double. Variabel alas diisi angka 5 dan variabel tinggi diisi angka 7. Sedangkan variabel luas akan diisi hasil perhitungan (alas * tinggi) / 2, yakni rumus untuk mencari luas segitiga. Kemudian perintah System.out.println() di baris 7 akan menampilkan hasil perhitungan.

Untuk menjalankan function ini, kita harus panggil dengan perintah hitungLuasSegitiga() dari dalam method main di baris 11.


Dalam tutorial ini kita telah membahas pengertian function serta cara pembuatan function dalam bahasa Java. Berikutnya akan dibahas tentang Pengertian Parameter dan Argument Function.

*** Artikel Terkait ***

Sumber

Tutorial Belajar Java Part 37: Fungsi dan Pengertian Perintah CONTINUE

Pada tutorial belajar bahasa Java kali ini kita akan membahas Fungsi dan Pengertian Perintah CONTINUE. Perintah CONTINUE dipakai untuk mengatur alur perulangan yang mirip seperti perintah BREAK dalam tutorial sebelumnya.


Pengertian Perintah CONTINUE dalam Bahasa Java

Perintah CONTINUE mirip seperti perintah BREAK, hanya saja jika dalam perintah break perulangan langsung berhenti, untuk perintah continue perulangan hanya melewati 1 kali proses iterasi saja.

Berikut format dasar penggunaan perintah CONTINUE dalam perulangan FOR:

for (start; condition_1; increment) {
   // kode program
   // kode program   if (condition_2) {    continue;   } // kode program lanjutan
}

Sebagai contoh, misalnya kita membuat perulangan 1 sampai 10, lalu terdapat kondisi if (i = 5) { continue; }, maka ketika nilai variabel counter i sudah mencapai 5, kode program yang ada di bawah perintah continue akan di lewati dan proses perulangan lanjut ke iterasi ke 6.

Penjelasan ini akan lebih mudah dengan praktek contoh kode program.


Contoh Kode Program Perintah CONTINUE Bahasa Java

Sama seperti pada tutorial perintah BREAK, berikut perulangan FOR “normal” tanpa perintah continue:

class BelajarJava { public static void main(String args[]){ int i; for (i = 1; i <= 10; i++) { System.out.println(i + " + " + i + " = "+ (i+i)); } }
}

Hasil kode program:

1 + 1 = 2
2 + 2 = 4
3 + 3 = 6
4 + 4 = 8
5 + 5 = 10
6 + 6 = 12
7 + 7 = 14
8 + 8 = 16
9 + 9 = 18
10 + 10 = 20

Di sini saya menggunakan perulangan FOR untuk membuat daftar penambahan 1 + 1, 2 + 2, dst hingga 10 + 10.

Sekarang kita akan tambah dengan perintah CONTINUE:

class BelajarJava { public static void main(String args[]){ int i; for (i = 1; i <= 10; i++) { if (i == 5) { continue; } System.out.println(i + " + " + i + " = "+ (i+i)); } }
}

Hasil kode program:

1 + 1 = 2
2 + 2 = 4
3 + 3 = 6
4 + 4 = 8
6 + 6 = 12
7 + 7 = 14
8 + 8 = 16
9 + 9 = 18
10 + 10 = 20

Di dalam kode program, pada baris 6 terdapat kondisi if (i == 5) { continue; }. Kondisi ini akan terpenuhi saat variabel counter i berisi angka 5. Hasilnya, perintah System.out.println di baris 9 akan dilompati dan perulangan langsung pindah ke iterasi berikutnya, yakni variabel i akan berisi angka 6. Dalam tampilan akhir bisa terlihat baris 5 + 5 = 10 tidak ada di daftar penambahan.

Selanjutnya, bisakah anda menebak kenapa perintah continue tidak berefek pada kode program berikut?

class BelajarJava { public static void main(String args[]){ int i; for (i = 1; i <= 10; i++) { System.out.println(i + " + " + i + " = "+ (i+i)); if (i == 5) { continue; } } }
}

Hasil kode program:

1 + 1 = 2
2 + 2 = 4
3 + 3 = 6
4 + 4 = 8
5 + 5 = 10
6 + 6 = 12
7 + 7 = 14
8 + 8 = 16
9 + 9 = 18
10 + 10 = 20

Pertanyaannya, kenapa baris 5 + 5 = 10 masih tampil? padahal saya membuat kondisi if (i == 5) {continue; } di baris 7.

Kembali, logika yang sama seperti pada perulangan BREAK juga berlaku di sini. Dalam kode di atas, perintah System.out.println di tulis sebelum perintah continue. Akibatnya, meskipun perintah continue dijalankan saat i bernilai 5 (dan kondisi ini terpenuhi), namun perintah System.out.println sudah terlanjur di proses terlebih dahulu.

Ini menjadi catatan penting saat merancang kode program yang melibatkan perintah continue, karena posisi peletakan perintah sangat berpengaruh ke hasil akhir.

Sebagai tambahan, berikut contoh kode program perintah continue dalam perulangan DO WHILE:

class BelajarJava { public static void main(String args[]){ int i = 0; do { i++; if (i == 5) { continue; } System.out.println(i + " + " + i + " = "+ (i+i)); } while (i < 10); }
} 

Hasil kode program:

1 + 1 = 2
2 + 2 = 4
3 + 3 = 6
4 + 4 = 8
6 + 6 = 12
7 + 7 = 14
8 + 8 = 16
9 + 9 = 18
10 + 10 = 20

Ketika membuat perintah CONTINUE dengan perulangan DO WHILE dan juga perulangan WHILE, posisi peletakan perintah increment sangat berpengaruh.

Contoh kasus, tanpa menjalankan kode program dibawah ini bisakah anda menebak hasilnya?

class BelajarJava { public static void main(String args[]){ int i = 0; do { if (i == 5) { continue; } System.out.println(i + " + " + i + " = "+ (i+i)); i++; } while (i < 10); }
}

Hasilnya sebuah infinity loop!, yakni perulangan yang tidak pernah berakhir.

Ini terjadi karena pada saat variabel i berisi angka 5, perulangan akan terus berputar-putar antara baris 6 – 9. Perintah increment i++ yang ada di baris 11 tidak bisa di eksekusi karena di tulis setelah perintah continue di baris 8.

Jadi, kata kuncinya adalah: perhatikan logika program terutama ketika membuat perulangan WHILE dan DO WHILE yang melibatkan perintah continue.

Sekedar catatan, jika anda menjalankan kode diatas, akan tampil hasil berikut:

0 + 0 = 0
1 + 1 = 2
2 + 2 = 4
3 + 3 = 6
4 + 4 = 8

Setelah itu tampil baris kosong yang sebenarnya berupa infinity loop, karena perintah System.out.println dan increment i++ di tulis setelah perintah continue.


Dalam lanjutan tutorial bahasa Java di duniailkom kali ini kita telah membahas tentang perintah CONTINUE. Tutorial ini menutup seri bahasan struktur kondisi dan perulangan di dalam bahasa Java.

Sumber

Tutorial Belajar Java Part 36: Fungsi dan Pengertian Perintah BREAK

Melanjutkan tutorial belajar bahasa pemrograman Java di Duniailkom, kali ini kita akan membahas tentang Fungsi dan Pengertian Perintah BREAK. Perintah BREAK masih berhubungan dengan perulangan (loop) FOR, WHILE dan DO WHILE yang baru saja di bahas.


Pengertian Perintah BREAK dalam Bahasa Java

Ketika membuat perulangan, kadang kita ingin keluar dari perulangan sebelum waktunya.

Sebagai contoh, saya sedang membuat kode program untuk mencari sebuah nilai dalam array yang terdiri dari 100 element. Jika ternyata nilai sudah ditemukan di posisi ke-43, maka sisa perulangan tidak diperlukan lagi. Akan lebih efisien jika perulangan tersebut langsung berhenti pada saat itu juga, dan inilah fungsi dari perintah BREAK.

Secara sederhana, BREAK adalah perintah khusus yang dipakai untuk memaksa sebuah perulangan berhenti sebelum waktunya. Perintah break ini bisa dipakai dalam semua jenis perulangan, baik itu FOR, WHILE, maupun DO WHILE.

Berikut format dasar penggunaan perintah BREAK dalam perulangan FOR:

for (start; condition_1; increment) {
   // kode program
   // kode program   if (condition_2) {    break;   }
}

Dalam contoh ini, jika condition_2 terpenuhi (bernilai true), maka perulangan akan langsung berhenti meskipun belum mencapai kondisi akhir di condition_1.

Mari kita bahas dengan contoh kode program.


Contoh Kode Program Perintah BREAK Bahasa Java

Sebelum masuk ke perintah break, berikut contoh perulangan FOR bahasa Java untuk menampilkan daftar penambahan angka:

class BelajarJava { public static void main(String args[]){ int i; for (i = 1; i <= 10; i++) { System.out.println(i + " + " + i + " = "+ (i+i)); } }
}

Hasil kode program:

1 + 1 = 2
2 + 2 = 4
3 + 3 = 6
4 + 4 = 8
5 + 5 = 10
6 + 6 = 12
7 + 7 = 14
8 + 8 = 16
9 + 9 = 18
10 + 10 = 20

Di sini saya menggunakan perulangan FOR untuk membuat daftar penambahan 1 + 1, 2 + 2, dst hingga 10 + 10.

Sekarang saya ingin jika variabel counter i sudah mencapai angka 5, maka hentikan perulangan (break). Berikut kode programnya:

class BelajarJava { public static void main(String args[]){ int i; for (i = 1; i <= 10; i++) { System.out.println(i + " + " + i + " = "+ (i+i)); if (i == 5) { break; } } }
}

Hasil kode program:

1 + 1 = 2
2 + 2 = 4
3 + 3 = 6
4 + 4 = 8
5 + 5 = 10

Di dalam perulangan FOR, yakni pada baris 7 terdapat pemeriksaan kondisi if (i == 5). Jika kondisi ini terpenuhi (variabel counter i sudah bernilai 5) maka jalankan perintah BREAK. Hasilnya, perulangan langsung berhenti begitu variabel i mencapai angka 5.

Sebagai tambahan, posisi pemeriksaan kondisi ini bisa berpengaruh kepada tampilan akhir. Perhatikan kode program berikut:

class BelajarJava { public static void main(String args[]){ int i; for (i = 1; i <= 10; i++) { if (i == 5) { break; } System.out.println(i + " + " + i + " = "+ (i+i)); } }
}

Hasil kode program:

1 + 1 = 2
2 + 2 = 4
3 + 3 = 6
4 + 4 = 8

Bisakah anda menjelaskan kenapa perulangan kita berhenti pada angka 4 dan bukan di angka 5 seperti sebelumnya? Padahal kondisi yang dipakai tetap sama, yakni if (i == 5) { break; }

Ini terjadi karena perubahan posisi perintah System.out.println. Dalam contoh pertama, perintah System.out.println ditulis sebelum pemeriksaan kondisi if (i == 5). Ini berarti begitu variabel counter i naik menjadi 5, perintah System.out.println akan di proses terlebih dahulu, setelah itu barulah perintah break di jalankan.

Sedangkan pada kode program kali ini, ketika variabel i sampai ke angka 5, maka langsung break tanpa sempat menjalankan perintah System.out.println. Ini terjadi karena perintah System.out.println ditulis setelah pemeriksaan kondisi.

Sebagai penutup, berikut contoh penggunaan perintah break pada perulangan WHILE:

class BelajarJava { public static void main(String args[]){ int i = 1; while (i <= 10){ if (i == 5) { break; } System.out.println(i + " + " + i + " = "+ (i+i)); i++; } }
}

Hasil kode program:

1 + 1 = 2
2 + 2 = 4
3 + 3 = 6
4 + 4 = 8

Saya mengkonversi perulangan FOR sebelumnya menjadi WHILE. Dan karena perintah System.out.println juga ditulis setelah perintah break, maka penambahan yang tampil hanya sampai 4 saja.


Dalam tutorial kali ini kita telah membahas cara penggunaan perintah BREAK. Berikutnya akan dilanjutkan dengan membahas perintah CONTINUE dalam bahasa pemrograman Java.

Sumber

Tutorial Belajar Java Part 35: Perulangan DO WHILE Bahasa Java

Perulangan DO WHILE dalam banyak hal mirip seperti perulangan WHILE yang sudah kita pelajari sebelumnya, namun dengan 1 kunci perbedaan. Apa itu? dalam lanjutan tutorial bahasa pemrograman Java di Duniailkom kali ini kita akan bahas dengan lebih detail.


Pengertian Struktur Perulangan DO WHILE Bahasa Java

Perulangan DO WHILE merupakan modifikasi dari perulangan WHILE, yakni dengan memindahkan posisi pemeriksaan kondisi ke akhir perulangan. Artinya, lakukan dahulu sebuah perulangan, baru periksa apakah kondisi variabel counter sudah terpenuhi atau belum di akhir perulangan.

Berikut format dasar struktur perulangan DO WHILE dalam bahasa Java:

start;
do { // kode program // kode program increment;
} while (condition)

Sama seperti perulangan WHILE, di bagian start biasanya terdapat perintah inisialisasi variabel counter, misalnya i = 0. Kemudian di dalam block do ditulis kode program yang akan di ulang, tidak lupa sebuah perintah untuk menaikkan nilai variabel counter, misalnya dengan perintah i++.

Di bagian paling bawah, terdapat perintah while (condition). Di sinilah kondisi perulangan akan diperiksa. Selama kondisi ini menghasilkan nilai true, maka perulangan akan lanjut ke iterasi berikutnya.


Contoh Kode Program Perulangan Do While Bahasa Java

Agar bisa dibandingkan dengan bahasan di tutorial perulangan FOR dan WHILE, berikut contoh kode program bahasa Java untuk menampilkan 5 kali teks ‘Hello World’ menggunakan perulangan DO WHILE:

class BelajarJava { public static void main(String args[]){ int i = 1; do { System.out.println("Hello World"); i++; } while (i <= 5); }
}

Hasil kode program:

Hello World
Hello World
Hello World
Hello World
Hello World

Di baris 4 saya mendefinisikan variabel counter i dan memberikan nilai awal 1.

Kemudian terdapat block kode program do di baris 5 – 8. Inilah kode program yang akan di ulang, yakni berisi sebuah perintah System.out.println(“Hello World”) untuk menampilkan teks ‘Hello World’, dan sebuah perintah increment i++ untuk menaikkan nilai variabel i sebanyak 1 angka.

Terakhir di baris 9 terdapat perintah while (i <= 5). Artinya, selama variabel counter i bernilai kurang dari atau sama dengan 5, jalankan kembali perulangan.

Dalam perulangan DO WHILE kita juga bisa mengakses variabel counter seperti contoh berikut:

class BelajarJava { public static void main(String args[]){ int i = 1; do { System.out.print(i*3 + " "); i++; } while (i <= 5); }
}

Tanpa menjalankan kode program ini, bisakah anda menebak hasil yang tampil?

Yup, ini adalah kode program untuk membuat sebuah deret dengan kelipatan 3:

3 6 9 12 15

Kunci utama yang membedakan perulangan DO WHILE dengan perulangan WHILE adalah posisi pemeriksaan kondisi.

Karena dalam perulangan DO WHILE pemeriksaan kondisi di lakukan di akhir, maka perulangan akan selalu di jalankan minimal 1 kali, meskipun syarat perulangan sudah tidak dipenuhi.

Berikut contoh kasusnya:

class BelajarJava { public static void main(String args[]){ int i = 10; do { System.out.print(i*3 + " "); i++; } while (i <= 5); }
}

Hasil kode program: 30.

Di baris 4 saya mengisi angka 10 ke dalam variabel counter i. Namun syarat kondisi adalah while (i <= 5). Apakah i <=5 ? tidak (false). Namun meskipun kondisi ini tidak dipenuhi, perulangan akan tetap dijalankan 1 kali.

Jika kondisi yang sama dibuat menggunakan WHILE, perulangan tidak akan pernah dijalankan karena kondisi di periksa di awal. Inilah yang jadi perbedaan antara perulangan WHILE dan DO WHILE dalam bahasa Java.


Dalam tutorial ini kita telah membahas prinsip kerja dari perulangan DO WHILE. Berikutnya akan disambung dengan tutorial tentang penggunakan perintah BREAK dalam perulangan.

Sumber

Laravel In Depth #1 – Panduan Belajar Laravel 7 Lanjutan

Laravel In Depth #1 - Panduan Belajar Laravel Lanjutan

Pada tanggal 25 September 2020, Duniailkom merilis eBook / buku Laravel In Depth #1 – Panduan Belajar Laravel 7 Lanjutan.
Untuk pemesanan bisa ikuti panduannya di: Cara Pembelian eBook & Buku Duniailkom atau boleh email saya langsung ke [email protected] / WA ke 083180285808 (andre).


Ini adalah buku pertama dari seri Laravel In Depth Duniailkom. Kata in depth bermakna “secara mendalam”, yang berarti buku ini akan mengupas secara mendalam materi lanjutan Framework Laravel.

Luasnya materi Laravel nyaris mustahil bisa dibahas dalam 1 buku saja. Buku Laravel Uncover yang sudah ada di Duniailkom saat ini saya tujukan untuk perkenalan dasar framework Laravel. Sedangkan materi lanjutan yang lebih advanced akan menjadi jatah seri Laravel In Depth. Di sebut sebagai “seri” karena rencananya akan ada beberapa buku Laravel In Depth dengan penekanan materi berbeda.

Buku Laravel In Depth #1 kali ini lebih banyak membahas materi yang berhubungan dengan database. Fokus utama ada pada eloquent relationship, yakni materi Laravel yang berhubungan dengan pengaksesan banyak tabel (lebih dari satu).

Eloquent relationship akan kita bahas dengan cukup detail dan mencakup 8 bab, yakni one to one, one to many, many to many, has one trough, has many trough, one to one polymorphic, one to many polymorphic, serta many to many polymorphic.

Selain itu juga ada materi Laravel lain yang masih berhubungan dengan pengolahan data. Diantaranya: tinker, accessor, mutator, carbon, scope, faker, seeder, factory, pagination, hingga library tambahan sweetalert.

Di akhir buku terdapat studi kasus yang cukup besar, yakni sebuah aplikasi CRUD yang melibatkan gabungan 4 buah tabel.

Harapan saya, buku Laravel In Depth #1 ini bisa menjadi salah satu buku terbaik berbahasa Indonesia untuk mempelajari framework Laravel.

Setiap bahasan dilengkapi dengan contoh kode program. Jika mengalami kendala, anda bisa buka file kode program yang disertakan (berisi seluruh kode program yang ada di buku ini).

Buku Laravel In Depth #1 terdiri dari 637 halaman yang mencakup 26 bab, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Pembuka Laravel In Depth
  2. Tinker
  3. Accessor dan Mutator
  4. Carbon
  5. Scope
  6. Faker
  7. Seeder
  8. Factory
  9. Case Study: Generating Data
  10. Pagination
  11. Eloquent Lanjutan
  12. Eloquent Relationship: One to One
  13. Eloquent Relationship: One to Many
  14. Eloquent Relationship: Many to Many
  15. Eloquent Relationship: Has One Through
  16. Eloquent Relationship: Has Many Through
  17. Eloquent Relationship: One to One Polymorphic
  18. Eloquent Relationship: One to Many Polymorphic
  19. Eloquent Relationship: Many to Many Polymorphic
  20. Sistem Informasi Universitas ILKOOM: Seed
  21. Sistem Informasi Universitas ILKOOM: Read
  22. SweetAlert
  23. Sistem Informasi Universitas ILKOOM: Create
  24. Sistem Informasi Universitas ILKOOM: Update
  25. Sistem Informasi Universitas ILKOOM: Delete
  26. Sistem Informasi Universitas ILKOOM: Final

Daftar isi bisa di download dari link berikut:

Contoh (sample) eBook bisa di download dari link berikut:

Tampilan eBook Laravel In Depth #1

eBook Laravel In Depth #1 ini bisa didapat dengan harga Rp 70.000 jika melalui transfer bank (tersedia Bank Mandiri, BCA, BRI, dan BNI), atau melalui pulsa 80.000 (kartu XL/AXIS dan Telkomsel As).

Selain itu pembayaran juga bisa dilakukan via ePayment seperti GoPay / OVO / Dana / PayPal.

Untuk pemesanan bisa ikuti panduannya di: Cara Pembelian eBook & Buku Duniailkom atau boleh email saya langsung ke [email protected] / WA ke 083180285808 (andre).


Sama seperti eBook Duniailkom yang lain, fitur yang bisa didapat adalah:

  • Pembahasan materi yang mendalam. Buku Laravel In Depth #1 fokus membahas konsep eloquent relationship Laravel dengan detail. Total terdiri dari 637 halaman A4 yang meliputi 26 Bab. Jika disetarakan dengan ukuran buku komputer biasa yang berukuran A5, jumlah halamannya menjadi 1274 halaman!
  • Bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami. Buku ini ditulis dengan gaya penulisan yang sederhana seperti tutorial di duniailkom, dimana pembahasan materi selalu disertai dengan contoh dan tampilan hasil kode program.
  • Kode program dapat di download. Seluruh contoh kode program yang ada di buku bisa di download, sehingga sangat mudah untuk langsung melihat hasilnya.
  • Layout halaman yang professional. Tampilan buku disusun secara rapi sesuai standar buku / eBook luar negeri.
  • Tersedia dalam format PDF dan ePub. File pdf boleh di print selama untuk dibaca sendiri.
  • Support konsultasi melalui email [email protected] atau WA ke 083180285808. Jika ada materi atau bahasan yang kurang jelas, bisa tanya-tanya via email / WA (mohon maaf, berhubung kesibukan tidak melayani pertanyaan di luar materi buku seperti tugas kuliah / skripsi).
Mohon kerjasama rekan-rekan untuk tidak meng-upload, memperbanyak atau menjual ulang eBook ini. Lisensi eBook hanya untuk 1 orang saja (tidak diperkenankan beli 1 untuk dibaca rame2).

Jika memiliki blog, situs pribadi, atau channel youtube, mohon juga untuk tidak memposting materi apapun yang ada dibuku. Semua materi di eBook/buku Duniailkom sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual RI dan dilindungi oleh Undang-undang Hak Cipta.

Apabila terpaksa, pelanggaran terkait hal ini akan di tuntut dengan peraturan yang berlaku.


FAQ – Frequently Asked Question


Apakah buku ini bisa untuk pemula di Laravel?

Tidak, buku ini berisi materi lanjutan Laravel, sehingga saya berasumsi rekan-rekan sudah paham konsep dasar Laravel seperti cara instalasi, route, view, blade, controller, eloquent, hingga RESTfull CRUD. Atau lebih tepatnya ini adalah buku lanjutan dari Laravel Uncover.

Namun tidak menutup kemungkinan buku ini juga bisa dipelajari tanpa harus dari Laravel Uncover, selama sudah cukup familiar dengan penggunaan dasar Laravel.

Materi utama buku ini sangat berkaitan dengan database, sehingga pemahaman query MySQL sangat dibutuhkan, terutama konsep dasar seperti primary key, foreign key, referential integrity hingga efek perintah ON DELETE CASCADE.

Jika diperlukan, di Duniailkom juga tersedia buku MySQL Uncover yang membahas mendalam tentang penggunaan aplikasi MySQL.


Apa versi Laravel yang digunakan?

Pembahasan dalam buku Laravel Uncover menggunakan Laravel 7. Ke depan mungkin akan dirilis untuk versi Laravel 8, tapi butuh 1 – 2 bulan lagi untuk memeriksa apa saja bagian yang berubah.


Ada Studi Kasusnya?

Ada, sepanjang buku ada beberapa mini project sebagai latihan dan implementasi dari materi yang sudah dipelajari. Khusus di bab terakhir, terdapat sebuah studi kasus Sistem Informasi Universitas ILKOOM, yang berisi pembuatan CRUD yang melibatkan 4 tabel yang saling terhubung. Ini adalah penerapan dari eloquent relationship yang dibahas sepanjang buku nanti.

Berikut tampilan screen shot dari studi kasus tersebut (klik untuk memperbesar):

Studi Kasus Laravel - eBook Laravel In Depth (1)

Studi Kasus Laravel - eBook Laravel In Depth (2)

Studi Kasus Laravel - eBook Laravel In Depth (3)

Studi Kasus Laravel - eBook Laravel In Depth (4)

Studi Kasus Laravel - eBook Laravel In Depth (5)


Apa saja aplikasi yang diperlukan?

Aplikasi yang diperlukan berupa teks editor, web browser, XAMPP, dan Composer. Beberapa materi juga mengharuskan komputer / laptop untuk terkoneksi langsung ke internet.

Untuk text editor tidak ada syarat khusus, anda bebas ingin menggunakan text editor apapun, seperti Notepad++, Komodo Edit, Sublime Text atau Atom. Namun dalam buku ini saya akan menggunakan Visual Studio Code atau VS Code. Aplikasi text editor ini gratis dan bisa di download dari web resminya di code.visualstudio.com.

Untuk web browser juga tidak ada syarat khusus, yang direkomendasikan adalah Google Chrome atau Mozilla Firefox versi terbaru.

Untuk XAMPP, dalam buku ini saya memakai XAMPP 7.4.2, yang didalamnya terdapat PHP 7.4. Laravel 7 mewajibkan minimal PHP 7.2.5, sehingga anda juga harus memakai XAMPP 7.2.5 ke atas.

Koneksi internet juga diperlukan karena banyak fitur Laravel yang harus diinstall online via composer.


Apakah nanti dapat update juga?

Framework Laravel memiliki jadwal update yang sangat singkat, dimana setiap 6 bulan sekali akan rilis versi baru. Butuh usaha ekstra untuk terus mengupdate materi buku yang selalu berubah seperti ini, sehingga dengan berat hati jika terdapat update versi Laravel, itu akan menjadi jatah buku terpisah (bukan berbentuk update eBook).

Khusus yang sudah beli eBook versi sebelumnya, versi baru nanti bisa di order kembali dengan diskon 50%. Diskon berlaku hanya untuk versi eBook, tidak termasuk buku cetak.


Saya ada tugas / skripsi / project nih, kalau beli bukunya bisa dibantu g?

Mohon maaf sekali, berhubung kesibukan mengelola duniailkom dan kegiatan lain, saya belum bisa membantu jika ada pertanyaan diluar materi buku.

Saya sangat ingin menolong, namun pertanyaan seputar tugas / aplikasi bisa sangat kompleks. Tidak akan cukup 1 atau 2 jawaban saja karena harus dianalisis dulu seperti apa aplikasi yang sedang dirancang (bisa makan waktu berhari-hari).

Oleh karena itu pertanyaan melalui email atau WA, saya batasi hanya seputar materi yang dibahas di buku ini saja. Jika kode tersebut di dapat dari orang lain / situs lain, silahkan bertanya pada programmer yang merancangnya. Memahami coding orang lain jauh lebih sulit daripada kita yang buat sendiri.


Ada versi cetaknya ga?

Ada. Versi buku cetak Laravel In Depth #1 bisa didapat dengan harga Rp. 230.000. Harganya memang cukup mahal mengingat ketebalan buku ini (685 halaman A4). Buku di cetak dengan kualitas tinggi dan menggunakan hardcover agar lebih awet.

Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim dari Bandung 2kg (berat buku ini 1,8 kg sehingga terhitung 2kg). Pengiriman bisa via JNE, POS atau Wahana. Saya tidak menyediakan stock, setiap pemesanan akan dicetak dulu sekitar 5 – 7 hari kerja (maksimal 10 hari kalau order lagi banyak).

Jika ingin buku cetak + eBook, bisa ditambah dengan 1/2 harga eBook (Rp. 35000). Sehingga untuk buku cetak + eBook Laravel Uncover totalnya = 230rb + 35rb = Rp. 265.000 (belum termasuk ongkos kirim).

Jika berminat silahkan menghubungi [email protected] / WA ke 083180285808, atau langsung ke Official Store Duniailkom di Tokopedia: tokopedia.com/duniailkom.

Cover Laravel In Depth #1 - Full

*isi buku di cetak hitam putih (bukan full color)


## TESTIMONI ##

~ Sedikit testimoni dari pembaca eBook / Buku Duniailkom ~

Testimoni eBook DuniailkomTestimoni eBook DuniailkomTestimoni eBook Duniailkom

Review eBook Duniailkom
Review eBook Duniailkom
Review eBook Duniailkom

Review eBook Duniailkom
Review eBook Duniailkom
Review eBook Duniailkom


Apabila ada pertanyaan, memberikan komentar atau saran, silahkan kirim email ke [email protected] / WA ke 083180285808 (andre), atau tinggalkan pesan pada kolom komentar dibawah.

Semoga Laravel In Depth ini bisa menjadi buku pengantar terbaik untuk memandu anda untuk menjadi seorang back-end developer 🙂

*** Artikel Terkait ***

Sumber